2013-03-07

Gangguan Seksual



1. Pengertian
  Perilaku seksual yang destruktif bagi diri sendiri maupun oranglain, yang tidak dapat diarahkan kepada seseorang pasangan, yang diluar stimulasi organ seks primer, dan yang di sertai dengan rasa bersalah dan kecemasan yang tidak sesuai, atau konfulsif. 
  Kurangnya atau tidak adanya keinginan untuk melakukan hubungan seks. ( DSM IV )




2. Penyebabnya
  Pelampiasan dorongan agresif atau permusuhan, yang lebih mungkin terjadi pada pria daripada pada wanita.
  Penyalahgunaan obat dan alkohol
  Faktor lingkungan, keluarga, dan budaya di mana seorang anak dibesarkan ikut memengaruhi perilaku seksnya.

3. Gangguan seksual berupa
  Parafilia
Parafilia (“Para artinya penyimpangan dan “filia” artinya obyek atau situasi yang disukai). Parafilia menunjuk pada obyek seksual yang menyimpang (misalnya dengan benda atau anak kecil) maupun aktivitas seksual yang menyimpang (misalnya dengan memamerkan alat genital).
Normal bila seorang pria terangsang nafsu seksnya ketika melihat celana dalam wanita (terangsang pada benda). Baru dianggap abnormal benda atau obyek tersebut sebagai cara mendapatkan kepuasaan seksual.

  Disfungsi Seksual
Menurut Master dan Johnson, siklus respon seksual pada orang normal ada 4 tahap yaitu:
• Exitement atau arousal yaitu timbulnya nafsu atau gairah seksual pada pria dan wanita.
• Plateau yaitu meningkatkan gairah seksual secara intens.
• Resolutian yaitu kembali ke tahap sebelum arousal.
• Individu dapat di sebut difungsi seksual bila individu mengalami difungsi pada salah satu tahap respon seksual yang normal. Dan diagnosa difungsi seksual di tegakkan bila difungsi tersebut di sebabkan oleh faktor psikososial bukan faktor organis.
• Orgasme yaitu klimaks gairah seksual

  Gangguan Identitas Gender
Gender adalah konsep psikologis yang menunjukkan pada derajat maskulinitas dan feminitas pada diri seseorang. Pria normal adalah maskulin dan wanita yang normal adalah feminine. Identitas gender adalah perasaan menjadi bagian dari jenis kelamin tertentu dan bukan jenis kelamin yang lin. Misalnya laki-laki (maskulin); seorang wanita memperspsikan dirinya wanita (feminin) ; namun ada pula seorang wanita yang menganggap dirinya adalah laki-laki (maskulin). Peran gender (gender role) menunjuk pada tingkah laku social sesuai dengan identitas gendernya. Jadi identitas gender adalah pengalaman atau persepsi individu terhadap peran gendernya ; sedangkan peran gender merupakan ekspresi dari identitas gender seseorang kepada masyarakat

4. Bentuk-bentuk Gangguan Seksual
  Eksibisionisme
                adalah kelainan seks yang suka memperlihatkan organ kelamin kepada orang lain yang tidak ingin melihatnya. Dalam beberapa kasus, orang dengan eksibisionisme juga suka melakukan autoeroticism (praktek seksual merangsang diri sendiri atau masturbasi) sambil memperlihatkannya kepada orang lain. Secara umum, tidak ada kontak yang dilakukan dengan korban, si eksibisionisme terangsang secara seksual dengan mendapat perhatian dan mengejutkan orang lain dengan tindakannya.
  Fetisisme
Orang dengan gangguan ini mencapai kepuasan seksual dengan menggunakan obyek bukan manusia, paling sering pakaian dalam perempuan, sepatu, stocking, atau item pakaian lainnya.

  Frotteurisme
Orang dengan gangguan ini sering menggosok-gosokkan organ kelaminnya kepada orang lain yang tidak menginginkannya. Perilaku ini sering dilakukan pada saat sibuk, di tempat ramai seperti dalam bus atau di kereta yang penuh sesak.

  Pedofilia
Pedofilia melibatkan aktivitas seksual dengan anak kecil, umumnya di bawah usia 13. DSM-IV-TR mendeskripsikan kriteria orang dengan pedofilia berusia diatas 16 tahun, dan setidaknya 5 tahun lebih tua dari si anak yang dijadikan obyek seksualnya. Orang dengan pedofilia bisa tertarik dengan anak laki-laki atau perempuan, walaupun hampir dua kali lipat ketertarikan lebih banyak pada anak laki-laki. Biasanya orang dengan gangguan ini mengembangkan prosedur dan strategi untuk mendapatkan akses dan kepercayaan anak-anak.

  Seksual masokisme
Masokisme adalah istilah yang digunakan untuk kelainan seksual tertentu, namun yang juga memiliki penggunaan yang lebih luas. Gangguan seksual ini melibatkan kesenangan dan kegembiraan yang diperoleh dari rasa sakit pada diri sendiri, baik yang berasal dari orang lain atau dengan diri sendiri.
                Gangguan ini biasanya terjadi sejak kanak-kanak atau menginjak remaja yang sudah mulai kronis. Orang dengan gangguan ini mencapai kepuasan dengan mengalami rasa sakit. Masokisme adalah satu-satunya kelainan paraphilia yang dialami oleh perempuan, sekitar 5 persen makosis adalah perempuan. Istilah ini berasal dari nama seorang penulis asal Austria pada abad ke-19, Leopold von Sacher-Masoch, yang novelnya sering menyebutkan karakter yang terobsesi dengan kombinasi seks dan rasa sakit.

  Seksual sadisme
Seorang individu sadisme mencapai kepuasan seksual dengan menyakiti orang lain. Dalam teori psikoanalitik, sadisme terkait dengan rasa takut pengebirian, sedangkan penjelasan perilaku sadomasokisme (praktek seksual menyimpang yang menggabungkan sadisme dan masokisme) adalah perasaan secara fisiologis mirip dengan gairah seksual. Kriteria diagnostik klinis untuk kedua gangguan ini adalah pengulangan dari perilaku selama setidaknya enam bulan, dan kesulitan yang signifikan atau penurunan kemampuan untuk berfungsi sebagai akibat dari perilaku atau terkait dorongan atau fantasi. Sadomasokisme bisa terjadi pada laki-laki dan perempuan, baik heteroseksual dan hubungan homoseksual.

  Transvestic fetisisme
Gangguan ini dicirikan dengan laki-laki heteroseksual yang mengenakan pakaian perempuan untuk mencapai respons seksual. Gangguan ini dimulai pada saat remaja dan masih diam-diam (tanpa ingin diketahui orang lain), dan kemudian saat beranjak dewasa mulai berpakaian perempuan lengkap dan di depan umum. Sebagian kecil laki-laki dengan transvestic fetisisme mungkin mengalami dysphoria (ketidakbahagiaan dengan jenis kelamin aslinya), yang kemudian melakukan pengobatan hormonal atau operasi pergantian kelamin untuk membuat mereka hidup secara permanen sebagai perempuan.

  Voyeurism
Voyeurisme adalah paraphilia di mana seseorang menemukan kenikmatan seksual dengan menyaksikan atau mengintip orang yang telanjang, membuka baju, atau melakukan seks. Gangguan ini terjadi pada laki-laki dan yang menjadi obyek biasanya orang asing. Orang dengan voyeurisme atau voyeur berfantasi melakukan hubungan seks dengan korbannya, tetapi ia tidak benar-benar melakukan itu. Voyeur mungkin mengintip orang asing yang sama berulang-ulang, tapi jarang ada kontak fisik.

  Bestialitas
Bestialitas atau zoophilia adalah istilah yang menggambarkan perasaan atau perilaku seks yang melibatkan hewan. Perasaan seksual orang dengan bestialitas mungkin berfokus pada hewan piaraan seperti anjing, atau hewan ternak seperti domba atau kambing.

  Necrophilia
Necrophilia adalah istilah yang menggambarkan perasaan atau perilaku seksual melibatkan mayat.(Merry Wahyuningsih)

5. Penanggulangan gangguan seksual

  Metode (multidispliner dan elektis/ dipilih yang paling baik). Antara lain dengan menggunakan metode psikoanalitis, medis, treatmen behavioral, pekerjaan sosial, melalui pendekatan sosial budaya. 
6. Cara penangulangan dilihat dari beberapa peristiwa

  Seberapa jauh pasien menyadari akan pentingnya kesembuhan pada dirinya. Misalnya; apakah kesembuhan pada dirinya adalah murni keinginan pasien atau hanya untuk membahagiakan orang-orang di sekitar pasien.

  Motivasi yang dimiliki oleh pasien juga sangat berperan. Jika pasien enggan merubah perilaku menyimpang pada dirinya, maka akan sulit dan sangat sulit penyembuhannya. 

  Sikap individu yang bersangkutan terhadap tingkah laku seksual yang menyimpang. Yaitu seberapa jauh proses ego_distonic (tidak senada atau bertentangan dengan ego sendiri) ataukah ego_syntonic (senada, serasi dengan egonya) berlangsung pada dirinya? Sebab semakin kuat ego syntonic dan semakin terperangkap erat struktur kepribadian dan perkembangan seksual seseorang dalam kebiasaan seksual menyimpang, maka semakin kecil kemungkinan untuk sembuh.

  Treatmnen ini juga tergantung pada struktur kepribadian individu yang bersangkutan. Misalnya, temramennya, kemampuan menjalin relasi interpersonal, dll. Usia yang masih muda. Jika usia pasien sudah memasuki usia rentan, misalnya 35 tahun. Maka akan sedikit kemungkinan untuk merubahnya.

  Sementara untuk penyimpangan seksual yang sifatnya primer, karena terjadi akibat kerusakan pada fungsi otak, maka penyembuhan yang dilakukan dengan cara medis.

                               





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

email :
Kuliah :

terimakasih atas komentarnya

isi ya